Memahami Makna Sabar

Pengemis Yahudi Buta dan Mulianya Akhlak Nabi Muhammad SAW
March 14, 2019
Ungkapan Duka, PPK Kemayoran Nyalakan Lampu Gerbang Kemayoran Bertema Bendera Selandia Baru
March 16, 2019

Memahami Makna Sabar

SABAR menjadi peneduh sekaligus oase di tengah merosotnya frekuensi iman. Apa sebetulnya makna dan esensi sabar?

Sabar mengutip “Ensiklopedi Tasawuf Imam Ghazali” karya Luqman Junaedi punya arti luas. Sabar tidak hanya dilakukan saat seseorang tertimpa musibah. Namun, apa pun pekerjaan yang dilakukan dan diterima harus dibarengi dengan sikap sabar.

Sabar bisa berarti dapat menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum Islam. Menahan diri dalam keadaan lapang dan keadaan sempit dan dari hawa nafsu yang menggoyahkan iman.

Sabar adalah salah satu tingkatan maqamat yang harus dilalui oleh setiap manusia yang beriman. Manusia yang ingin berada dalam jalan Allah SWT akan melalui jalan tersebut dengan sabar.

Sabar adalah mengharapkan kebahagian dari Allah dan sesuatu yang paling mulia juga utama. Sedangkan, menurut pendapat Abu Ismail al Harawi dalam Kitab “Manazil as- Sairin” sabar adalah menahan diri dari hal-hal yang tidak disenangi dan menahan lisan agar tidak mengeluh dan sabar yang paling lemah adalah sabar karena Allah.

Namun, Ibnu Taimiyah mengatakan sabar dalam menghadapi musibah merupakan sikap sabar yang paling mendominasi. Jika seseorang punya stres, risih, resah, dan susahm maka sebaik-baiknya senjata adalah bersabar.

Saking pentingnya sikap sabar bagi setiap manusia, Allah menyebut kata sabar dalam Alquran sebanyak 70 kali. Sedangkan, ungkapan Allah yang khusus diperuntukkan bagi mereka yang bersabar tertuang setidaknya melalui 16 ayat Alquran yang berbeda-beda.

Di antaranya surah al-Baqarah ayat 45. Allah meminta segenap hambaNya agar menjadikan salat dan sabar sebagai media pelipur lara. “Dan mohonlah pertolongan terhadap Allah SWT dengan sabar dan salat.”

Dari 16 ayat tersebut, tersarikan segudang hikmah dan manfaat bersabar. Hikmah bersabar tersebut, antara lain, Allah memuji orang sabar sebagai golongan orang yang beriman dan bertakwa. Kemudian, orang yang tidak dapat bersabar merupakan orang yang lemah dan bersedih.

Allah mencintai orang-orang yang bersabar, IA akan selalu dekat dengan orang yang bersabar, memberikan kebahagiaan pada orang-orang yang bersabar, serta Allah akan memberikan pahala dan ganjaran yang tanpa batas bagi orang-orang yang bersabar.

Sabar bisa dikategorisasikan secara garis besar ketiga bagian yang utama, yaitu Pertama, sabar karena pertolongan Allah. Artinya, seseorang mengetahui kesabaran karena pertolonganNya. Dan, Allahlah yang menganugerahkan kesabaran kepada hambaNya.

Kedua, sabar untuk Allah SWT. Maknanya, pendorong umat untuk bersabar adalah karena cinta padaNya. Penuh harap dan mendekat dengan berbagai ragam ketaatan kepadaNya. Bukan hanya untuk memperlihatkan jiwa yang kuat dan ketabahan terhadap manusia lain ataupun tujuan lain.

Ketiga, sabar beserta Allah. Yakni, sabar yang dilakukan sesuai dengan hukum-hukum Allah. Sehingga, dia dapat menegakkan hukum Allah sekuat tenaga, pikiran, dan hatinya.

Terkait hukum bersikap wajar, berdasarkan konsensus ulama, hukumnya wajib. Karena pada hakikatnya, menurut Islam, iman seseorang terbagi dua bagian, separuhnya terdapat kesabaran dan sebagiannya lagi terkandung rasa syukur. (Rep)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *