Kesempurnaan Salat Diawali Menyempurnakan Wudlu

Capai Rp 77 Triliun per Tahun Potensi Wakaf Indonesia
September 11, 2019
Litbang Kemenag Gelar Konferensi Internasional
October 6, 2019

Kesempurnaan Salat Diawali Menyempurnakan Wudlu

DARI Al Hasan, Rasulullah bersabda, “Maukah kamu aku beri tahu tentang seburuk-buruknya pencuri?” Para sahabat bertanya, “Siapakah dia, wahai Rasulullah?” Nabi menjawab, “Orang yang mencuri dari salatnya.” Sahabat bertanya, “Bagaimana seseorang mencuri dari salatnya?” Beliau bersabda, “Dia tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya.”

Dalam kisah lain, Rasulullah pernah menyuruh orang yang telah melakukan salat untuk mengulangi salatnya hingga tiga kali. Penyebabnya, ketika salat, orang tersebut belum menyempurnakan wudlunya, takbirnya, berdirinya, bacaannya, rukuknya, sujudnya, dan thuma’ninah-nya. Beliau menjelaskan cara yang benar dalam melakukannya sebanyak empat kali hingga selesai. Lalu, Rasul bersabda, “Salatnya seseorang di antara kamu tidak akan sempurna sebelum mengerjakan yang demikian itu.”

Melakukan salat saja tidaklah cukup, namun harus mencapai taraf kesempurnaan. Obsesi kesempurnaan bukanlah pemaksaan, melainkan agar jiwa salat terserap dan tertanam untuk membentuk karakter terpuji dan menghasilkan kemaslahatan, keberkahan, serta perbaikan diri.

Kesempurnaan salat diawali dengan menyempurnakan wudlu dan menyempurnakan semua rangkaian gerakan dalam salat. Gerakannya begitu ringan dan mudah. Namun, bila gerakannya tidak disesuaikan dengan contoh dan petunjuk Rasulullah, gerakan tersebut hanya menjadi gerakan tak beraturan tanpa makna.

Setiap gerakan memiliki jiwa, peran, dan makna tersendiri yang akan memantulkan kekuatan positif dan konstruktif. Ia merupakan sebuah irama kesatuan yang saling menopang dan menyempurnakan gerakan berikutnya.

Wudlu bermakna membersihkan karakter buruk dan dosa. Menghadap kiblat, menghadapkan jiwa sepenuh hati dengan khusyuk dan merendahkan diri. Takbiratul ihram, membesarkan Zat Allah. Membaca surah dengan menghayati dan berkeinginan untuk mengamalkannya. Rukuk dan sujud, bentuk perwujudan ketundukan, kepatuhan, dan kepasrahan diri total kepada Zat Yang Mahaagung.

Bila gerakan raga dan jiwa salatnya sudah terbiasa, terpola, dan seirama dengan yang dicontohkan Rasulullah, manusia akan terbiasa pula mengikuti gerakan dan pola hidup yang dicontohkan Rasulullah. Kepatuhan di luar salat berbanding lurus dengan kepatuhannya di dalam salat. (Hikmah Republika/Nasruloj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *