BERDIRI sejak 2012, Kelompok Bermain Raudhatul Athfal AKBAR terus berkembang. Itu karena KB Raudhatul Athfal ini mendapat sambutan masyarakat sekitar. Mereka dengan antusias mempercayakan pendidikan anak-anaknya di lembaga pendidikan paling dasar itu dari pagi sampai siang.

Maka, hal ini membuat para pendidik dan komponen kependidikan di RA ini bersemangat untuk menyelenggarakan pendidikan yang sebaik-baiknya. Rumah merupakan tempat pertama dan utama anak hidup dan pendidikan di RA ini menjadi tempat yang tepat untuk menumbuhkembangkan segala semua potensi anak.

“Kami berusaha membuat kurikulum yang tepat untuk anak dengan mengacu pada Departemen Agama dan memadukannya dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kami memakai Metode Pembelajaran Sentra,” jelas Sri Sunarti S.Pd.SD yang sejak KB Raudhatul Athfal ini berdiri sebagai Kepala Sekolah.

Ada delapan sentra yang diberikan RA ini, yakni:
1. Imtaq (ibadah), misal salat
2. Pembangunan, misal dengan main balok-balokan
3. Main Peran Besar, misal menjadi Polisi
4. Main Peran Kecil, misal dengan Barbie
5. Seni dan Kreativitas, misal menggambar
6. Bahan Alam, misal main air
7. Persiapan, misal meronce
8. Musik dan Olah Tubuh, misal marching band.

Itu karena pembelajaran di KB Raudhatul Athfal AKBAR baik di kelas maupun di luas kelas harus berlangsung secara efektif, sehingga mampu membangkitkan aktivitas dan kreativitas anak.

Dalam hal ini para pelaksana kurikulum (guru) yang akan membumikan Kurikulum ini dalam proses pembelajaran. Para pendidik menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan mengasyikkan bagi peserta didik, sehingga peserta didik betah di sekolah. Atas dasar kenyataan ini, maka pembelajaran di KB Raudhatul Athfal AKBAR bersifat mendidik, mencerdaskan, membangkitkan aktivitas dan kreativitas peserta didik, efektif, demokratis, menyenangkan, dan mengasyikkan. Dengan semangat seperti itulah Kurikulum ini menjadi pedoman yang dinamis bagi penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di KB Raudhatul Athfal AKBAR.

Bicara sejarah, KB Raudhatul Athfal AKBAR yang berdiri pada 4 Juli 2012 di bawah naungan Yayasan Nur Syakirah ‘dibidani’ empat orang. Yakni May Jend Purn. Hendardji SH, MH selaku Dirut PPKK (Pusat Pengelolaan Kawasan Kemayoran) Bpk. H. Harun Sinuraya, M, Mar, Ph.D selaku Ketua Yayasan Nur Syakirah dan Ketua Masjid Akbar Kemayoran, Bpk. H. Muhammad Nuh sebagai Wakil Ketua I Masjid Akbar Kemayoran, dan Bpk. Hendartono selaku Bidang Pengembangan Pendidikan Masjid Akbar Kemayoran.

Pada September 2014, Raudhatul Athfal AKBAR sudah tidak dibawah naungan Yayasan Nur Syakirah lagi, namun dibawah naungan Yayasan Akbar Kemayoran. Ini dikarenakan Masjid Akbar sudah memiliki Yayasan sendiri.

Kegiatan yang tadinya dilaksanakan dengan menggunakan 2 (dua) lokal atau ruangan terus berkembang. Jika pada awalnya peserta didik hanya sejumlah 29 anak yang terbagi kelompok A dan kelompok B. Kini, pada tahun ajaran 2017/2018 terdiri 80 anak dari kelas A dan B. Sementara KB: 15 anak.